Pemilu 2025 mendatang bukan sekadar ajang politik, tetapi juga momentum penting untuk memastikan nilai-nilai kejujuran, keadilan, dan partisipasi aktif masyarakat dalam menentukan arah bangsa. Dalam semangat itu, PPA Majelis Dakwah Islamiyah (MDI) mengambil langkah strategis dengan mencanangkan program besar: penyiapan 1 juta dai muda guna mendukung gerakan 1 TPS 2 Saksi.
Langkah ini menunjukkan bahwa peran dai tak hanya terbatas di mimbar dan masjid, tetapi juga dapat menjadi agen perubahan sosial dan penjaga demokrasi yang bermartabat.
Dai Muda: Garda Terdepan Dakwah dan Demokrasi
PPA MDI melihat pentingnya keberadaan dai muda di tengah masyarakat. Mereka tidak hanya berperan sebagai penyampai ajaran Islam, tetapi juga sebagai figur panutan yang dipercaya umat. Oleh karena itu, kehadiran dai muda di setiap TPS sebagai saksi akan menjadi bentuk kontribusi nyata dalam menciptakan pemilu yang jujur, adil, dan bermartabat.
Dai muda yang dibina MDI tidak hanya dibekali ilmu agama, tetapi juga wawasan kebangsaan, kepemimpinan, serta keterampilan sosial yang menjadikan mereka pribadi utuh: religius, nasionalis, dan siap mengabdi.
Program 1 TPS 2 Saksi: Menjaga Suara Rakyat
Gerakan “1 TPS 2 Saksi” adalah langkah preventif yang bertujuan memastikan bahwa setiap suara rakyat dijaga dengan baik. PPA MDI menargetkan keterlibatan dai muda dalam mengawal proses demokrasi di lapangan agar bebas dari kecurangan, manipulasi, atau penyimpangan. Kehadiran para saksi dari unsur dai muda juga diharapkan mampu menciptakan suasana damai dan kondusif di sekitar TPS.
Program ini menjadi bukti bahwa MDI tidak apatis terhadap politik, melainkan hadir dengan pendekatan moral dan spiritual untuk mewarnai proses demokrasi secara sehat.
Strategi Implementasi Program
Untuk merealisasikan target 1 juta dai muda, PPA MDI menggerakkan seluruh struktur organisasinya dari pusat hingga daerah. Beberapa strategi utama yang diterapkan antara lain:
- Rekrutmen kader dai muda dari berbagai wilayah dan jaringan pesantren, masjid, kampus, serta organisasi pemuda.
- Pelatihan intensif dalam bidang dakwah kebangsaan, kepemiluan, dan advokasi saksi TPS.
- Koordinasi dengan pihak-pihak terkait, termasuk penyelenggara pemilu dan tokoh masyarakat, agar kehadiran dai muda sebagai saksi mendapat legitimasi yang kuat.
Melalui sinergi ini, MDI berharap program berjalan efektif dan mampu memberikan dampak signifikan terhadap kualitas demokrasi di Indonesia.
Penutup
Langkah PPA MDI dalam menyiapkan 1 juta dai muda untuk program 1 TPS 2 Saksi bukan hanya gebrakan strategis, tetapi juga bukti komitmen bahwa dakwah harus hadir di setiap lini kehidupan masyarakat—termasuk dalam menjaga proses demokrasi.
Dengan melibatkan para dai muda, PPA MDI turut memastikan bahwa pemilu 2025 berjalan dengan damai, jujur, dan mencerminkan nilai-nilai keislaman dan kebangsaan. Dakwah bukan hanya soal mimbar, tapi juga keberanian untuk menjaga kebenaran di medan sosial-politik tanah air.

